secarik kertas putih
robek
bentuk porak poranda
gelap malam
aku bersembunyi
dingin…
dingin…
sunyi
secarik kertas putih
robek
bentuk porak poranda
gelap malam
aku bersembunyi
dingin…
dingin…
sunyi
Posted in Uncategorized | Leave a Comment »
ada satu waktu
dimana angin menderu
dan sesekali harus menyisir rambutku.
aku berlari dan sepedaku bergandeng tangan
natapi nyawa datang dan pergi silih berganti
natapi juga
langit lepas terhampar meninggi
tapi seketika semua itu terhenti
hilang dimana-mana
kala ku tutup kedua mata.
kudengar bisiknya angin
deru temani hati yang sepi
tapi seketika bisik itu terhenti
kala ku tutup telinga ini.
dimanakah aku
aku yang sunyi
Posted in Uncategorized | 3 Comments »