Feeds:
Posts
Comments

pedih

secarik kertas putih

robek

bentuk porak poranda

gelap malam

aku bersembunyi

dingin…

dingin…

sunyi

orang hilang

ada satu waktu

dimana angin menderu

dan sesekali harus menyisir rambutku.

aku berlari dan sepedaku bergandeng tangan

natapi nyawa datang dan pergi silih berganti

natapi juga

langit lepas terhampar meninggi

tapi seketika semua itu terhenti

hilang dimana-mana

kala ku tutup kedua mata.

kudengar bisiknya angin

deru temani hati yang sepi

tapi seketika bisik itu terhenti

kala ku tutup telinga ini.

dimanakah aku

aku yang sunyi